Politeknik Untuk Negeri 2024 Dilaksanakan Di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul

DSC07385

Politeknik Untuk Negeri 2024 Dilaksanakan Di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul

Politeknik Untuk Negeri 2024 Digelar Melibatkan Dosen dan Mahasiswa yang Tergabung Dalam BEM dan Ormawa. Politeknik Untuk Negeri merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tahun ini Politeknik Untuk Negeri 2024 dilaksanakan di Balai Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan mahasiswa Politeknik LPP serta mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam poin pengabdian kepada masyarakat.

Acara pembukaan PUN ini diresmikan dengan pemotongan pita oleh Ibu Reismaya selaku dosen Politeknik LPP Yogyakarta dan Bapak Widada selaku Kepala Desa Nglanggeran. Acara ini semakin meriah dengan penampilan tari dari UKM Seni serta pemaparan materi tentang identifikasi dan penanaman kakao oleh Bapak Paryanto, dengan Ibu Arini sebagai moderator.

Aisyah Septia, Ketua Panitia, berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu warga Desa Nglanggeran mengoptimalkan UMKM yang ada serta meningkatkan produktivitas dari sumber daya yang dimiliki desa. Ia juga berharap program ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk memperkuat peran mahasiswa Politeknik LPP dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Fachri Nur Hilmi, Presiden BEM KM Politeknik LPP, berharap bahwa PUN dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, sejalan dengan slogan BEM, yaitu “Berdetak, Bergerak, Berdampak.”

Sementara itu, Bapak Oni Apriyanto selaku Wakil Direktur III Politeknik LPP berharap agar segala bentuk pengabdian dari mahasiswa, mulai dari penyuluhan, pelatihan, hingga pembinaan dan pendampingan, dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Bapak Widada, Kepala Desa Nglanggeran, mengungkapkan harapannya agar kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik LPP ini tidak hanya berlangsung sekali, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan di masa mendatang.

Pada sesi materi, Bapak Paryanto menjelaskan tentang budidaya kakao, mulai dari aspek kesesuaian lahan, persiapan lahan, bahan tanam, hingga pengelolaan tanaman. Ia juga membahas hama utama yang menyerang kakao, seperti Penggerek Buah Kakao (PBK), Kepik Penghisap Buah (Helopitis SP), dan Penggerek batang/cabang (olan-olan), serta penyakit seperti VSD (Vascular Streak Dieback), busuk buah, kanker batang, dan antraknose. Menurutnya, pengamatan rutin dan tindakan yang sesuai sangat penting dalam budidaya kakao.

Acara PUN diakhiri dengan hiburan dari UKM Seni dan sesi dokumentasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi warga Desa Nglanggeran, sekaligus memperkuat hubungan antara Politeknik LPP Yogyakarta dan masyarakat sekitar.